Datanglah hujan, datanglah
Dan kulihat gelap menyapa
Air mulai mengirama jenaka
Menidurkanku dalam kelambu lalu
Dengan setiap nada yang kurelakan
Menjelajah tubuh yang merindu
Ataupun hasrat yang meminta satu
Kuhela jiwa yang mencari
Pikat yang tak ada pengejewantahan
Tengok hanya terbalas gurauan
Sepatah yang mematah gundah
Tapi tidak memberi noktah
Biarkan kunikmati dekapanmu
Setiap tetes yang menari di dahi, kuusap
Setiap tetes yang berlari di pipi, kukecap
Setiap tetes yang menepi di jari, kujilat
Setiap tetes yang menghuni di hati, kuresap
O, nyanyian yang mencengkeram
Terseretlah di atas genangan
Bila melolong tak kuhardik
Bila berbisik kau kudelik
Bila merdu akan kuculik
Kuletakkan di atas pusara
Yang kubangun dengan pilar ragu
Yang kuberi warna biru sendu
Yang kukelirkan warna abu-abu
Yang kuukir dengan kalimat
Datanglah hujan, datanglah
*repost sajak lama, sudah dituliskan di FB sejak 7 Oktober 2010

0 comments:
Post a Comment