Sunday, February 20, 2011

Refrain

Datanglah hujan, datanglah


Dan kulihat gelap menyapa

Air mulai mengirama jenaka

Menidurkanku dalam kelambu lalu

Dengan setiap nada yang kurelakan

Menjelajah tubuh yang merindu

Ataupun hasrat yang meminta satu


Kuhela jiwa yang mencari

Pikat yang tak ada pengejewantahan

Tengok hanya terbalas gurauan

Sepatah yang mematah gundah

Tapi tidak memberi noktah


Biarkan kunikmati dekapanmu

Setiap tetes yang menari di dahi, kuusap

Setiap tetes yang berlari di pipi, kukecap

Setiap tetes yang menepi di jari, kujilat

Setiap tetes yang menghuni di hati, kuresap


O, nyanyian yang mencengkeram

Terseretlah di atas genangan

Bila melolong tak kuhardik

Bila berbisik kau kudelik

Bila merdu akan kuculik

Kuletakkan di atas pusara

Yang kubangun dengan pilar ragu

Yang kuberi warna biru sendu

Yang kukelirkan warna abu-abu

Yang kuukir dengan kalimat


Datanglah hujan, datanglah




*repost sajak lama, sudah dituliskan di FB sejak 7 Oktober 2010

0 comments:

Post a Comment